Cerita Sang Naga Putra Salokantara #30

Cerita Sang Naga Putra Salokantara

Oleh : Fahrul Zidane

 

Cerita ini dimulai oleh seorang gadis yang sangat cantik bernama Endang Sawitri, ketika itu dirinya tengah mengalami patah asmara engan pasangannya. Hal ini menyebabkan gadis itu sangat tertekan. Karena dirasa sudah tidak mampu menahan segala bentuk emosi dan mereda masalah yang melemahkan hati dan pikirannya, Endang Sawitri pun pergi menuju ke Gunung Telomoyo untuk menemui seorang petapa yang saleh bernama Ki Hajar Salokantara guna meminta petuah untuk menyelsaikan masalah yang tengah dihadapinya tersebut. Pandita tersebut sangatlah terkenal sakti dan memiliki ilmu yang sangat tinggi. Singkat cerita, Endang Sawitri telah berhasil menemui Ki Hajar Salokantara dan menceritakan tentang masalahnya. Beberapa petuah pun didapatkan Endang Sawitri dan diberikan pula sebuah pusaka berbentuk keris dengan sebuah syarat dimana Endang Sawitri pantang meletakkan pusaka tersebut di atas pangkuannya.

Setelah itu, Endang Sawitri kembali ke desa yang mana saat itu, desa tersebut tengah menggelar pesta rakyat. Seluruh warga turut berpartisipasi guna menyukseskan keberlangsungan pesta rakyat tersebut. Endang Sawitri pun ikut andil membantu ara wanita menyiaokan masakan, dengan mengambil tugas memotong beberapa bahan untuk dimasak. Karena tidak ada pisau yang dijumpai, maka ia nekat memakai pusaka yang diberikan Ki Hajar Salokantara kepadanya. Beberapa jam telah berlalu dengan kesemua bahan telah selesai dipotong. Lelah pun menghampiri dan memaksa dirinya untuk beristirahat. Tak sengaja, dirinya meletakkan pusaka tersebut di pangkuannya. Hal aneh pun langsung menjalari tubuh Endang Sawitri karena melanggar pantangan dari Ki Hajar Salokantara. Perutnya langsung membesar seakan sesuatu masuk kedalamnya, pusaka tesebut juga menghilang. Konon pusaka itulah yang memaski perut dari Endang Sawitri. Dirinya panik, begitupula warga sekitar yang melihatnya. Dan setelah diperiksa oleh seorang dukun setempat, maka dipastikan Endang Sawitri tengah mengandung. Sontak warga sekitar bertambah kaget. Bagaimana seorang gadis yang belum menikah dapat mengandung ?

Hari demi hari dijalani Endang Sawitri dengan seorang janin yang terdapat dalam rahimnya. Meskiun banyak gunjingan tiak sedap menerpa telinga dan jiwa, namun semua itu tetap dilalui Endang Sawitri dengan sabar dan ikhlas. Hingga menginjak kehamilan tua nya ditengah hujan lebat dan ketidak pedulian warga setempat terhadap Endang Sawitri karena dianggap sebagai pezina, seorang wanita tua bernama mbok Rondo yang saat itu melewati rumah Endang Sawitri mendenar teriakan keras dirinya. Kemudian mbok Rondo pun langsung menghampiri sumber suara yang berasal dari Endang Sawitri yang tengah berusaha melahirkan anaknya seorang diri. Dibantulah proses kelahiran tersebut oleh mbok Rondo, dan saat setelah jeritan panjang dikeluarkan Endang Sawitri, kini giliran mbok Rondo yang mengeluarkan jeritan keras karena mendapati bahwa anak yang dilahirkan oleh Endang Sawitri bukanlah berwujud manusia, melainkan seekor ular Naga.

14 tahun berselang, dengan Endang Sawitri kini mampu menerima kenyataan bahwa anaknya adalah seokor naga, naga tersebut bernama anak Bajang beranjak dewasanya anak bajang membuahkan sebuah pertanyaan mengenai sosok ayah, yang mana seharusnya ada menemani perkembangannya namun pada saat itu bahkan tidak pernah menampakan figurnya barang sekali saja. Dengan raut kebingungan, Endang Sawitri pun menceritakan mengenai Ayah dari anak Bajang. Setelah mendapat banyak gambaran dari si Ibu, anak Bajang pun brtekat untuk mencari sang Ayah yang tenga melakukan pertapaan di gunung Suralaya. Dengan bekal lonceng yang dikalungkan dilehernya sebagai penanda, anak Bajang pun berangkat menuju puncak gunung Telomoyo untuk menemui Ayahnya.

Sampai lah anak Bajang di puncak gunung Telomoyo, yang kemudian langsung mencari lokasi dimana sang Ayah sedang bertapa. Melewati pepohonan yang rindang ular naga ini nampak kebingungan, sebelum akhirnya pandangannya tertuju kepada sesosok pria yang tangah bertapa diatas batu besar. Dengan perlahan, mendekatlah anak Bajang ke arah sang pertapa. Kemudian dibunyikannya lonceng dilehernya yang langsung menyadarkan pertapa tersebut seolah lonceng itu adaah beltanda selesainya prosesi bertapanya. Mulai bercerita lah anak Bajang mengenai diri dan maksud kedatanganya. Dan ternyata benar, pertapa yang ditemuinya ini adalah Ki Hajar Salokantara, ayahnya.

Namun, Ki Hajar Salokantara tidak langsung mengakui anak Bajang sebagai anaknya. Dirinya mengajukan beberapa syarat untuk dijalankan anak Bajang jikalau benar dirinya adalah anak dari Ki Hajar Salokantara.

“Yen kowe pancen putra ku, lan aku kudu ngakoni kowe dadi putraku, mangka kowe kudu ngagsu banyu segara kango keranjang mataera”

Itu merupakan syarat pertama yang diajukan oleh Ki Hajar Salokantara. Dan tidak hanya itu, masih banyak syarat yang diajukan kepada anak Bajang. Namun, karena anak Bajang memiliki keteguhan hati dan kepatuan yang tinggi, maka syarat-syarat yang berat tersebut tetap ia laksanakan. Sangat takjub Ki Hajar Salokantara melihat semangat dan kepatuhan dari anak Bajang. Namun,masih ada syarat terakhir yang dilakukan oleh anak Bajang untuk dapat di akui sebagai anak dari Ki Hajar Salokantara.

“sendika dawuh Rama, sedaya ingkang dadhos perintahipun Rama sampun kula laksanaaken (Permisi Ayah, semua yang menjadi perintah Ayah telas saya laksanakan)” – anak Bajang

“Dhurung. Ana siji meneh. Yen kow tenanan pengen dadi putra ku. Mangka kowe kudu dadi manungsa. Carane yaiku, kowe nguteri gunung iki nganggo awakmu (Belum. Ada satu lagi. Jika kamu benar-benar ingin menjadi anakku, maka kamu harus menjadi manusia. Caranya, kamu harus melingkari gunung menggunakan badanmu)”

Mendengar syarat terakhir yang mungkin adalah syarat terberat bagi anak Bajang yang harus dilakukan, dirinya langsung saja menjalankan tugas itu. Dengan mulai melilitkan badannya mengitari puncak gunung Telomoyo. Membutuhkan waktu yang cukup lama, namun pelan namun pasti badannya mampu mengelilingi puncak gunung tersebut. Hingga meyisakan beberapa senti hingga tubuhnya dengan sempurna mengitari puncak gunung Telomoyo. Sempat ingin menyerah karena sudah tak sanggup lagi anak Bajang merekatkan kedua ujung tubuhnya. Namun, Ki Hajar Salokantara memberi perintah untuk menggunakan lidahnya agar badannya dapat saling terhubung. Perintah itupun langsung dilaksanakan oleh anak Bajang dan tersambunglah tubuh anak Bajang hingga dapat mengitari puncak Suralaya dengan sempurna. Seketika itu juga tubuh anak Bajang berubah menjadi manusia normal walaupun tetap menyisakan beberapa sisik dan berbau amis ditubuhnya. Setelah berhasil menjadi manusia, Ki Hajar Salokantara pun bersedia mengakui anak Bajang sebagai anaknya. Selanjutnya, anak Bajang diminta untuk kembali ke desa dan menemui Ibunya.namun sebelum itu, Ki Hajar Salokantara memberikan lonceng dan pusaka jimat Kalimasada untuknya. Serta memberikan nama Baruklinthing sebagai identitas baru.

Dalam perjalanan pulang, kelaparan hebat mengganggunya. Melihat warga desayang tengah berkumpul, Baruklinthing pun menghampiri krumunan itu untuk sekadar meminta makanan. Menjumpai ada sosok anak kecil dengan kulit bersisik dan bau amis membuat warga ketakutan dan merasa tidak nyaman. Diusirlah Baruklinthing dari kerumunan itu dengan bermacam cara yang tidak baik. Baruklinthing pun berlalu melanjutkan perjalannnya, hingga menjumpai disebuah gubug kecil milik mbok Rondo. Di sana Baruklinthing meminta makanan kepada mbok Rondo. Kasihan melihat kondisi Baruklinthing yang sedang kelaparan dan tanpa meperdulikan fisik dari Baruklinthing mbok Rondo memberi makanan yang langsung dilahap oleh Baruklinthing. Merasa tebantu oleh mbok Rondo dan mendapat kebaikan setelah mengalami banyak penolakan dari warga sekitar, Baruklinthing pun berterimakasih kepada mbok Rondo sambil memberikan sebuah lesung dan menitipkan suatu pesan manakala terjadi sebuah bencana alam dalam hal ini Baruklinthing menggambarkan nya dengan luapan air yang sangat besar, Baruklinthing menyuruh agar mbok Rondo menyelamatkan diri menggunakan lesung tersebut untuk mengarungi luapan air yang sangat besar.

Setelah itu, kembali lah Baruklinthing menuju ke desa sambil memanggili seluruh warga untuk berkumpul di lapangan desa. Saat setelah emua warga berkumpul, diumumkan lah disana bahwasanya Baruklinthing mengadakan sayembara mencari orang terkuat di desa itu. Dengan cara barang siapa yang berhasil mencabut lidi yang ditancapkan Baruklinthing di tanah, maka dia lah orang terkuatnya. Kemudian, ditancapkan lah sebuah lidi yang dinamai jimat Kalimasada ke tanah. Mendengar sayembara yang diajukan Baruklinthing membuat seluruh warga desa tertawa, karena menganggap hal itu merupakan omong kosong belaka. Apa susahnya mencabut sehelai lidi ari tanah ? anak kecilpun mampu melakukan hal yang sangat sepele seperti itu, begitu pikir warga desa yang sangat sombong. Warga desa saling bergantian untuk mencoba mencabut lidi tersebut. Namun ternyata, tak satupun yang dapat mencabutnya dari tanah, bahkan beberapa diantara mereka mencoba mencabutnya bersama-sama, namun tetap gagal. Hingga pada akhirnya Baruklinthing sendiri yang mencoba mencabutnya setlah semua warga desa kepayahan dibuatnya. Tidak butuh banyak tenaga, lidi berhasil tercabut oleh tangan Baruklinthing dan dari bekas tancapan yang ada ditanah tersebut menyemburkan air yang sangat banyak dan tidak dapat terbendung. Sontak para warga Desa pun panik dan berlari untuk menyelamatkan diri. Dahsyatnya semburan air menyebabkan seluruh desa tergenang, tak satupun warga dapat menyelamatkan diri nya, kecuali mbok Rondo yang berhasil selamat karena menghiraukan perintah Baruklinthing untuk menggunakan lesung yang di berikannya sebagai tunggangan untuk menyelamatkan diri. Baruklinthing pun kembali kepada wujud aslinya yaitu sekor ular naga. Daerah desa itupun akhirnya sepenuhnya ditenggelamkan air hingga membentuk sebuah genangan air besar dan dalam yang disebut rawa, dan didasari karena airnya yang sangat jernih, maka daerah tersebut dikenal dengan nama Rawa Pening.

Leave Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.