IMPIAN SANG PUTRI SHIMA #24

IMPIAN SANG PUTRI SHIMA

Oleh : Farra Argya R

 

         Pada zaman dahulu,  ada sebuah kerajaan bernama Kalingga.  Kerajaan yang berada di pulau Jawa itu, diperintah oleh seorang wanita yang sangat cantik bernama  Putri  Shima .

Selain terkenal dengan kecantikannnya, Putri Shima terkenal sangat  tegas dan berhati mulia.   Karena kemuliaan hatinya itu, ia dicintai oleh  rakyatnya.  Sebagai seorang  yang berasal dari wangsa Sanjaya, Putri Shima  taat menjalankan keyakinannya.

Sarana untuk peribadatan, seperti Pura ataupun Candi selalu menjadi perhatiannya.  Sehingga rakyatnya semakin menghormatinya. Karena sang  Ratu tidak hanya memperhatikan  kesejahteraan rakyatnya secara material saja melainkan secara spiritual            juga tak luput dari perhatiannya.

Sebagai seorang ratu, Putri Shima  mempunyai impian untuk membangun tempat pemujaan yang megah dan agung.  Tempat pemujaan yang ditujukan untuk memuja sang Hyang Tunggal itu, selain terlihat megah dan agung, Putri Shima juga ingin agar tempat pemujaan itu dibangun ditempat yang paling tinggi, agar  dapat  menjadi prasasti peninggalan kerajaan Kalingga. Dengan demikian Putri Shima  dan kerajaan Kalingga akan dikenang sepanjang jaman.

Untuk mewujudkan mimpinya itu, ia mengumpulkan para punggawa kerajaan termasuk para menteri dan penasehatnya. Setelah mereka semua berkumpul di balairung kerajaan Kalingga, Putri Shima mengungkapkan keinginannya untuk membangun tempat pemujaan berupa candi.  Lokasi candi itu harus dibangun di puncak Suralaya. 

         Mendengar keinginan ratunya, mereka semua yang hadir di balairung mendukung keinginan sang ratu.  Untuk mewujudkan pembangunan candi tersebut, maka Putri Shima mengumpulkan para ahli pahat, ahli agama dan sebagian prajurit  untuk mencari puncak  Suralaya dan membangun candi disana.  Rombongan  yang hendak ditugaskan cukup banyak jumlahnya.

          Putri Shima menunjuk Hajar Saloka menjadi pimpinan rombongan.  Hajar Saloka adalah seorang brahmana. Selain ahli agama, Hajar juga terkenal dengan kesaktiannya. Karena itulah Putri Shima memberi kepercayaan padanya untuk memimpin misi pembuatan candi yang megah dan agung di puncak  Suralaya.

         Setelah mendapat mandat sang ratu, Ki Hajar Saloka melakukan semedi, berdoa memohon  pada yang Maha Kuasa agar diberi petunjuk dimana letak puncak  Suralaya.

         Menurut wangsit yang ia dapat dalam semedinya, Hajar Saloka memutuskan untuk mengadakan perjalan ke arah barat.  Karena arah itulah letak puncak Suralaya.

         Demi tanggung jawabnya terhadap tugas yang diberikan Putri Shima padanya, Hajar Saloka berangkat dengan penuh pengabdian.

         Perjalanan ke barat untuk mencari letak puncak  Suralaya tidaklah mudah.  Hajar Saloka  bersama rombongannya harus melewati perjalanan yang jauh. Melewati bukit, gunung dan hutan rimba.

         Suatu sore, saat mereka beristirahat, Hajar Saloka melihat ada  air yang mengalir dari gundukan bukit. Saat Hajar Saloka mendekat ke atas bukit, ternyata air yang mengalir tersebut berasal dari sumber air yang cukup deras dan jernih. Seketika itu, Hajar Saloka memutuskan untuk membangun candi di gundukan bukit tersebut. Menurutnya inilah lokasi puncak suralaya.

         Sebelum mulai pembangunan candi, Hajar Saloka mengajak semua rombongan untuk mengadakan doa selamatan dengan membuat nasi  tumpeng untuk dimakan bersama.

         Keesokan harinya, dimulailah pembangunan candi diatas bukit tersebut.  Mereka bekerja sesuai dengan keahlian masing-masing.  Mereka dengan giat tanpa mengenal lelah.  Semangat pengabdian dan bakti terhadap sang ratu, membuat mereka bekerja dengan giat dan tanpa pamrih.

         Dalam waktu yang cukup singkat, akhirnya jadilah bangunan candi yang megah. Adanya sumber air yang ditemukan Hajar Saloka sangat membantu cepatnya proses pembangunan candi.

         Saat Hajar Saloka dan pengikutnya mengadakan puja di dalam candi, ia terkejut saat melihat dikejauhan ada bukit yang letaknya lebih tinggi dari bukit tempat candi berdiri.  Hajar Saloka tersadar kalau candi yang sudah terbangun, bukan di lokasi Puncak Suralaya. Akhirnya Hajar Saloka untuk kedua kalinya membangun candi di atas bukit yang lebih tinggi dari candi pertama.  Saat mulai membangun candi kedua, Hajar Saloka dan pengikutnya memilih tempat yang paling tinggi.

         Seperti pada pembangunan candi pertama, pembangunan candi kedua pun berjalan dengan lancar. 

         Saat melakukan puja di candi kedua, lagi-lagi Hajar Saloka melihat ada bukit yang lebih tinggi lagi dari bangunan candi ke dua.  Hajar Saloka dan pengikutnya merasa aneh. Karena saat mulai membangun candi kedua,lokasinya sudah yang paling tinggi. Namun saat Candi sudah jadi, ada bukit diatasnya yang lebih tinggi.

         Kejadian tersebut terus berulang, namun Hajar Saloka dan pengikutnya tetap setia dan tidak putus asa. Tidak akan berhenti membangun candi sebelum menemukan puncak suralaya , tempat tertinggi untuk berdirinya candi.          Pada saat pembangunan candi ke sembilan hendak dimulai,  hampir  semua pengikut Hajar Saloka terserang penyakit.  Mereka tidak kuat lagi untuk membangun candi lagi, karena wabah penyakit yang menimpa mereka.

         Hajar Saloka merasa khawatir dengan kondisi tersebut.  Ia pun melakukan puja semedi untuk memohon ampun serta memohon petunjuk yang Maha Kuasa.

         Didalam doanya, Hajar Saloka mendapat petunjuk bahwa lokasi pembangunan candi ke sembilan adalah puncak suralaya berada.

         Hajar Saloka senang mendengar petunjuk tersebut. Dengan demikian satu candi terakhir akan dibangun dan misi pembangunan candi di puncak suralaya  akan segera selesai.

         Namun melihat kondisi pengikutnya, Hajar Saloka sangat  sedih. Dengan kekuatan batin dan doanya, Hajar Saloka  berjalan menuruni bukit. Setelah sejenak berjalan ia menemukan mata air. Mata air yang ditemukan beda dengan  yang pertama. Karena mata air yang sekarang, berupa air panas.

         Melihat sumber air panas itu, Hajar Saloka bergegas naik lagi ketempat pengikutnya berkumpul. Ia memerintahkan yang sakit untuk dibawa ke sumber air panas dan dimandikan di sana.   Ajaib, semua orang yang sakit langsung sembuh setelah mandi di sumber air panas itu.

         Setelah semua sehat, maka pembangunan candi ke sembilan dilanjutkan. Akhirnya selesailah sudah candi ke sembilan terbangun. Tidak nampak lagi bukit yang lebih tinggi dari lokasi itu.   Maka selesailah misi yang ditugaskan Putri Shima kepada Hajar Saloka dan pengikutnya. Impian Putri Shima untuk membangun candi diatas puncak suralaya akhirnya tercapai. 

Sumber air panas yang ditemukan Hajar Saloka pun sampai sekarang masih ada. Banyak para pengunjung yang mandi karena diyakini air tersebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit.

         Sembilan candi itu sampai sekarang masih berdiri di kecamatan Sumowono , kabupaten Semarang.   Dengan hawa yang sejuk dan pemandangan alam yang indah, mejadikan kawasan tersebut  banyak dikunjungi orang.

Candi yang merupakan impian Putri Shima ini dikenal sebagai candi Gedong Songo. Artinya candi yang berjumlah sembilan. (Selesai)

Leave Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.